DARI DEKAN UNTUK GEN Z: JANGAN TAKUT NIKAH, DAN JANGAN NEKAT MENIKAH

BANYUWANGI – Fenomena perubahan pola pikir generasi muda di era digital menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk dunia pendidikan tinggi. Menjawab tantangan tersebut, Program studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar Studium General dengan mengusung tema “Hukum Keluarga Islam dan Fenomena Generasi Z: Membangun Keluarga Sakinah di Tengah Tantangan Zaman.”

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin ini menghadirkan Ketua Pengadilan Agama Banyuwangi, Dr. Hj. Rizkiyah Hasanah, S.Ag., M.Hum., sebagai narasumber utama. Sementara Dekan Fakultas Syariah UNIIB, Dr. Akhmad Rudi Maswanto, S.Sy., M.H., turut mendampingi sekaligus memberikan pengantar akademik dalam forum tersebut.

PESAN: Dekan Fakultas Syariah, Dr. Akhmad Rudi Maswanto, S.Sy., M.H., dalam forum.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Syariah, Dr. Akhmad Rudi Maswanto, S.Sy., M.H., menegaskan bahwa generasi Z perlu memiliki kesiapan yang matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.

“Jangan takut untuk menikah, tetapi juga jangan nekat untuk menikah. Pernikahan itu bukan sekadar tren atau tekanan sosial, melainkan ibadah dan tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan dengan ilmu, mental, dan ekonomi yang cukup,” ungkapnya.

SAMBUTAN: Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, M. Mutamakin, M.H., dalam forum.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, M. Mutamakin, M.H., menyampaikan bahwa karakter generasi Z memiliki perbedaan dengan generasi sebelumnya. Keterbukaan informasi dan masifnya penggunaan media sosial turut memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap pernikahan dan kehidupan berkeluarga.

“Karakter generasi Z berbeda dengan generasi sebelumnya.  Saat ini, di media sosial kita sering menjumpai berbagai narasi dan tantangan terkait pernikahan. Fenomena ini tentu perlu disikapi secara bijak,” ujar Kaprodi HKI.

Melalui forum ilmiah ini, peserta diajak untuk memahami berbagai persoalan keluarga kontemporer, mulai dari kesiapan membangun rumah tangga, hak dan kewajiban suami istri, hingga tantangan yang muncul akibat perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi di era generasi Z.

PEGANG MIC: Ketua Pengadilan Agama Banyuwangi, Dr. Hj. Rizkiyah Hasanah, S.Ag., M.Hum., sampaikan pesannya.

Dr. Hj. Rizkiyah juga menekankan pentingnya dalam proses memilih pasangan hidup yang baik sebagai fondasi terbentuknya keluarga yang sakinah.

“Dalam membangun rumah tangga, hal yang paling mendasar adalah bagaimana kita mencari pasangan yang baik. Baik dalam agama, akhlak, dan tanggung jawab. Karena pasangan hidup bukan hanya teman hidup, tetapi juga partner dalam ibadah dan perjuangan membangun keluarga,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa kesalahan dalam memilih pasangan dapat berdampak panjang terhadap keharmonisan rumah tangga, sehingga proses ta’aruf dan pertimbangan yang matang menjadi hal yang sangat dianjurkan.

Kehadiran Ketua Pengadilan Agama Banyuwangi sebagai narasumber diharapkan mampu memberikan wawasan yang komprehensif berdasarkan pengalaman praktis dalam menangani berbagai persoalan keluarga di tengah masyarakat. Sinergi antara dunia akademik dan praktisi hukum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap implementasi hukum keluarga Islam secara nyata.

Pewarta: Humas UNIIB.

LPM UNIVERSITAS ISLAM IBRAHIMY LAKUKAN MONITORING MUTU DI FAKULTAS SYARIAH

BANYUWANGI – Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi mutu akademik melalui Gugus Penjamin Mutu (GPM) Fakultas Syariah pada Rabu, 10/12/2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin LPM untuk memastikan pelaksanaan sistem penjaminan mutu di lingkungan fakultas berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Monitoring dilaksanakan secara langsung dengan peninjauan dokumen mutu, pelaksanaan standar akademik, serta evaluasi tindak lanjut dari hasil audit sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua GPM Fakultas Syariah, Ansari, S.Sy., M.H., menyampaikan bahwa monitoring ini menjadi langkah penting dalam peningkatan tata kelola dan layanan akademik di Fakultas Syari’ah.

PENJAMINAN MUTU: Ketua GPM Fakultas Syariah saat melakukan monitoring.

“Monitoring dari LPM merupakan bagian yang sangat strategis bagi Fakultas Syariah. Melalui kegiatan ini kita dapat mengevaluasi keterlaksanaan standar mutu, serta memperbaiki berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan. Kami berharap monitoring ini dapat memberikan rekomendasi konstruktif bagi peningkatan mutu secara berkelanjutan,” ujar Ansari.

Selain itu, Ansari juga menegaskan bahwa GPM akan terus mengawal implementasi sistem penjaminan mutu di lingkup Fakultas Syariah, baik dalam aspek pembelajaran, pengelolaan administrasi akademik, maupun pada pelaksanaan kegiatan tridarma dosen.

Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Akhmad Rudi Maswanto, S.Sy., M.H, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring yang dilakukan oleh LPM. Menurutnya, monitoring ini menjadi media komunikasi yang efektif untuk memastikan seluruh civitas akademika tetap konsisten mengimplementasikan standar mutu yang telah dirancang.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan monitoring ini. Fakultas Syari’ah merasa terbantu dalam mengukur capaian mutu dan mengetahui langkah yang harus ditempuh untuk perbaikan ke depan. Harapannya pelaksanaan monitoring seperti ini terus dilakukan agar mutu fakultas semakin optimal,” tutur Dekan Fakultas Syari’ah.

Monitoring ini diakhiri dengan penyampaian catatan evaluasi serta penegasan tindak lanjut dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Dengan adanya agenda monitoring ini, Fakultas Syariah Universitas Islam Ibrahimy berharap dapat terus menjadi fakultas yang unggul dalam tata kelola akademik, pelayanan administrasi, serta pencapaian mutu pendidikan yang terarah dan berkelanjutan.