KAWAL MUTU LULUSAN, 18 MAHASISWA HKI FAKULTAS SYARIAH GELAR SIDANG MUNAQASYAH

BANYUWANGI – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar sidang munaqasyah bagi mahasiswa tingkat akhir. Sidang yang menjadi tahap penentu kelulusan ini berlangsung serentak di tiga ruangan, yaitu Ruang B1, B2, dan B3, pada selasa (21/7/2026), diikuti 18 mahasiswa sebagai peserta sidang.

Sejak pagi, suasana di ketiga ruangan tampak dipadati mahasiswa yang telah bersiap dengan berkas penelitian yang siap diujikan, catatan revisi, serta bahan presentasi. Masing-masing ruangan diisi oleh tim penguji yang bertujuan menguji orisinalitas, ketepatan metodologi, kedalaman analisis, serta konsistensi argumentasi ilmiah yang disusun mahasiswa dalam karya ilmiahnya. Pada pelaksanaannya, setiap mahasiswa    mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji yang terdiri atas dosen-dosen dengan kompetensi keilmuan yang relevan dengan topik yang dikaji.

Tercatat, sebagian besar mahasiswa peserta sidang akan menerbitkan hasil penelitiannya, dengan total capaian sebanyak 16 artikel jurnal dan 2 naskah skripsi. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa proses penyusunan tugas akhir tidak hanya berorientasi pada pemenuhan syarat kelulusan, tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan khazanah keilmuan di bidang Hukum Keluarga Islam.

Salah satu mahasiswa peserta sidang, Moh. Izul Haq A, kerap disapa Izul membagikan kesan pribadinya usai menjalani proses panjang penyusunan tugas akhir. Ia mengaku banyak mengalami hal-hal tak terduga selama pengerjaan karya ilmiah, terlebih karena dirinya harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja,

“Selama proses penyusunan tugas akhir, saya banyak dihadapkan pada situasi yang tidak terduga, sebab pengerjaan penelitian saya lakukan bersamaan dengan aktivitas bekerja. Meskipun kondisi menjalani perkuliahan sambil bekerja bukan hal yang asing di kalangan mahasiswa lain, namun bagi saya pribadi hal tersebut menjadi faktor yang paling menguras energi selama proses penyusunan karya ilmiah, terlebih dengan adanya proses revisi yang berlangsung secara berulang,” ungkap Izul.

Izul menambahkan, keterbatasan waktu akibat kesibukan bekerja mengharuskannya menyusun strategi tersendiri dalam mengerjakan tugas akhir, termasuk memanfaatkan waktu di sela aktivitas pekerjaan serta mengalokasikan waktu tambahan pada malam hari guna menyelesaikan revisi yang diberikan oleh dosen pembimbing. Meski demikian, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan sidang munaqasyah menjadi momentum yang paling dinantikan sekaligus paling menegangkan katanya.

Rangkaian sidang munaqasyah ini diharapkan dapat berjalan lancar hingga tuntas di ketiga ruangan, sehingga peserta dapat segera menyandang gelar sarjana sesuai target akademik yang telah direncanakan.

Pewarta: Annisa Damayanti.