PERKUAT MUTU AKADEMIK DAN JEJARING NASIONAL, FAKULTAS SYARIAH UNIIB BANYUWANGI IKUTI KONFERENSI INTERNASIONAL DAN RAKERNAS PDHKI DI MAKASSAR

MAKASSAR — Fakultas Syariah Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) Banyuwangi terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola akademik, kurikulum, serta reputasi lembaga di kancah nasional maupun internasional. Hal ini dibuktikan melalui partisipasi aktif Dekan Fakultas Syariah UNIIB, Dr. Akhmad Rudi Maswanto, S.Sy., M.H., bersama dosen Hukum Keluarga Islam Raden Muyazin Arifin, M.H., dalam rangkaian agenda strategis yang berlangsung di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar pada Rabu hingga Jumat (22–24/72026).

Kunjungan dinas ini mencakup keterlibatan dalam dua ajang ilmiah bergengsi, yakni The 6th International Conference on Islamic Family Law (ICOIFL of PDHKI) dan The 2nd International Conference of Law and Contemporary Islamic Law (ICOCIL), serta Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) PDHKI ke-8 dan APHKI ke-7, yang seluruhnya mengusung tema besar “Ecotheology and Islamic Family Law Transformation”.

Pembukaan Muskernas dan Sambutan Para Pimpinan

Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama, Rabu (22/7), dengan pembukaan Muskernas PDHKI-APHKI yang menghadirkan sambutan dari Ketua PDHKI Indonesia Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., C.M., Ketua APHKI Dr. Hj. Erik Sabti Rahmawati, M.A., M.Ag., serta Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A., yang sekaligus membuka acara secara resmi. Sidang Muskernas kemudian dilanjutkan hingga malam hari untuk membahas agenda kerja kedua organisasi profesi tersebut.           

Seminar Internasional dan Penandatanganan MoU

Memasuki hari kedua, Kamis (23/7), agenda dilanjutkan dengan pembukaan Seminar Internasional PDHKI-APHKI bersama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, yang turut dihadiri Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. Pada sesi ini juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Alauddin Makassar, Fakultas Syariah dan Hukum, serta PDHKI-APHKI sebagai bentuk penguatan kerja sama kelembagaan.

Agenda inti hari kedua adalah Plenary Session of International Conference yang menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai negara secara daring, di antaranya Prof. Dr. Jasser Auda (Professor Fellow ISTAC-IIUM, Malaysia) dan Prof. Madya Dr. Ibnor Azli Ibrahim (Head of Postgraduate Programme, Faculty of Shariah, UNISSA, Brunei Darussalam). Juga menghadirkan Profesor Dato’ Dr. Nik Salida Suhaila Nik Saleh (Deputy Vice Chancellor Academic and International, USIM Malaysia), Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A. (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar), serta Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.A. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), dengan dipandu oleh moderator Dr. H. Abd. Wahid Haddade, Lc., M.H.I.

Selepas sesi pleno, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi call paper dalam sesi paralel yang menghadirkan para pemakalah, moderator, dan reviewer dari berbagai perguruan tinggi. Rangkaian hari kedua ditutup dengan sesi pleno serta penandatanganan MoU lanjutan antara PDHKI-APHKI dengan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) serta jurnal-jurnal mitra PDHKI, sebagai tindak lanjut penguatan jejaring riset dan publikasi ilmiah.

DOKUMENTASI: Dekan Fakultas Syariah UNIIB (kiri) bersama dosen Hukum Keluarga Islam Raden Muyazin Arifin, M.H.

Dr. Akhmad Rudi Maswanto, S.Sy., M.H., Dekan Fakultas Syariah UNIIB menegaskan bahwa partisipasi dalam forum internasional dan raker asosiasi ini menjadi langkah konkret agar fakultas tetap adaptif,

“Partisipasi dalam forum internasional dan raker asosiasi ini merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa Fakultas Syariah UNIIB tidak hanya adaptif terhadap perkembangan hukum Islam global, tetapi juga terus memperluas jejaring strategis demi kemajuan akademik mahasiswa dan institusi,” tegas Dekan Fakultas Syariah UNIIB di sela-sela kegiatan.

Rangkaian agenda akan ditutup pada hari ketiga, Jumat (24/7). Melalui keikutsertaan dalam agenda berskala nasional dan internasional ini, Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UNIIB optimistis dapat terus membawa dampak positif yang nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, tata kelola fakultas, serta penguatan posisi lembaga di arena akademik nasional.